Help Center

Panduan sederhana memakai AI Workflow Kit UMKM.

Dibuat untuk pemilik UMKM non-teknis: isi profil, pilih workflow, generate output, review, copy, simpan, dan perbaiki hasil jika masih terlalu umum.

1

Isi Profil

Lengkapi konteks utama bisnis.

2

Pilih Workflow

Pilih pekerjaan yang ingin diselesaikan.

3

Generate

Buat output dari prompt engine.

4

Copy/Simpan

Edit, copy, export, lalu simpan.

Cara mengisi profil bisnis

Isi nama bisnis, jenis bisnis, produk utama, target pasar, masalah pelanggan, keunggulan produk, harga, gaya bahasa, platform jualan, dan CTA utama. Tulis dengan bahasa sehari-hari, bukan bahasa teknis.

Target pasar harus spesifik, misalnya HR perusahaan kecil di Bandung.

Masalah pelanggan harus nyata, misalnya takut hadiah terlihat murah.

CTA utama sebaiknya berupa aksi jelas seperti Chat WhatsApp untuk cek paket.

Cara memilih workflow

Pilih workflow berdasarkan pekerjaan yang ingin diselesaikan hari itu. Mulai dari konten jika butuh posting, follow-up jika banyak lead, Meta Ads jika ingin tes iklan, atau laporan jika ingin evaluasi mingguan.

Content Studio untuk ide konten, caption, Reels, dan carousel.

Sales & Follow-Up untuk WhatsApp, objection harga, dan closing.

Business Report untuk insight, masalah utama, dan action plan.

Cara generate output

Isi tujuan, offer, audiens, konteks singkat, format output, panjang output, dan quality rules. Klik Generate output. Jika kurang pas, klik Regenerate atau edit manual.

Gunakan konteks seperti promo minggu ini, stok terbatas, atau campaign tertentu.

Pilih output singkat untuk chat, sedang untuk caption, detail untuk report.

Tambahkan quality rules seperti wajib ada CTA dan hindari kalimat generik.

Cara copy hasil

Setelah output muncul, cek formatnya, edit jika perlu, lalu gunakan tombol copy/export pada panel output. Hasil dibuat dalam format rapi agar mudah dipindahkan ke WhatsApp, spreadsheet, atau dokumen.

Copy caption ke Instagram atau TikTok.

Copy script follow-up ke WhatsApp.

Copy laporan mingguan ke dokumen internal.

Cara menyimpan hasil

Klik Simpan ke generated_outputs agar hasil masuk ke history. Pada demo, hasil disimpan di browser. Saat Supabase aktif, hasil juga siap disimpan ke database.

Simpan output final, bukan output mentah yang belum diedit.

Gunakan history untuk membuka ulang output terbaik.

Jadikan output terbaik sebagai template internal.

Cara memperbaiki hasil yang terlalu umum

Jika output terasa generik, perjelas profil bisnis dan input tambahan. Masukkan harga, target audiens, keberatan pelanggan, channel jualan, dan CTA. Tambahkan aturan agar AI tidak memakai kalimat umum tanpa konteks.

Ganti 'pelanggan umum' menjadi segmen yang jelas.

Tambahkan contoh situasi pelanggan yang sering terjadi.

Pakai tone seperti ramah, premium, soft selling, atau direct selling.